Friday, April 30, 2010

balada sebuah tas

Alkisah, ada seorang mahasiswa yang sedang stress mengerjakan tugas kuliahnya. Waktu menunjukkan sekitar pukul 1 pagi, ketika dia mulai merasa lelah dan memutuskan untuk berselancar di dunia maya sebagai selingan. Seperti layaknya gadis - gadis pada umumnya, dia mulai menjelajahi situs2 fashion.sampailah dia pada website marc jacobs dimana dia menemukan sebuah tas tangan edisi khusus yang seharga sepuluh jam waktu kerja paruh waktunya di gerai restoran cepat saji. tas itu langsung membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama...

singkat cerita, si gadis ini menyelesaikan tugas-tugasnya, lalu mengajak teman-teman dekatnya pergi ke ibukota pada saat liburan semester, untuk berlibur sejenak. sesampainya di ibukota, Ia toko tas tersebut menjadi destinasi pertamanya. Teman - temannya sih, senang2 saja, karena mereka tahu, selalu ada yg bisa dibeli dan dinikmati dari toko tersebut. entah itu dompet edisi khusus seharga 1 paket hemat di gerai cepat saji, (saya nggak becanda, harganya memang segitu!) atau sekadar melihat - lihat dan bermimpi untuk membawa pulang koleksi tas normalnya yang tak mungkin terbeli dengan kantong mahasiswa. oke oke, kembali lagi ke kisah utama. jadi si gadis dan teman2nya sampai ke toko itu, 20 menit sebelum tokonya tutup. panik, Ia langsung melihat sekitar, menelusuri tiap rak untuk mencari tas idamannya itu. Ia pun kecewa ketika mengetahui bahwa tas idamannya itu sudah habis terjual. Akan tetapi, harapannya kembali bersemi ketika si penjaga toko yg baik hati dan rupawan menawarkan diri untuk memasukkan dirinya dalam daftar tunggu. Ya, daftar tunggu. Dirinya mulai tertawa dalam hati.. tak se-ada adanya Ia membayangkan dirinya berada dalam daftar tunggu sebuah tas bermerek. tapi ada sesuatu dalam dirinya yang mengatakan bahwa Ia harus memiliki tas itu. harus.

3 hari pun telah dihabiskannya di ibukota. Ia pulang, dengan ratusan foto2 dan rangkaian cerita bahagia bersama teman2nya. Waktu berjalan cepat, liburan semester pun usai, dan Ia kembali memulai semester barunya. Tiba - tiba, di suatu hari yang cerah, Ia mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal. Ternyata, si penjaga toko yg baik hati dan rupawan itu yg menelpon! Ya! penjaga toko yang itu! Hatinya berdebar kencang, apalagi ketika Ia mendengar bahwa tas impiannya itu telah tiba, dan siap untuk diambil. Tiba - tiba Ia teringat jadwal kegiatannya selama 3 minggu kedepan, dimana Ia sedang terlibat dalam sebuah proyek tugas akhir yg sangat menyita waktunya, dan sama sekali tak akan sempat untuk pergi lagi ke ibukota. Dirinya pun lesu.

Kebetulan, gadis itu sedang bersama kedua temannya ketika Ia menerima telepon. Setelah menutup telepon, Ia menceritakan kisahnya kepada kedua temannya. Bagaikan angin semilir di gurun yang tandus, salah satu temannya bilang, bahwa dia akan pergi ke ibukota pada akhir pekan. si gadis pun berteriak kegirangan. AKHIRNYA! temannya setuju untuk membelikan tas tersebut, dan si gadis pun langsung membayangkan dirinya menggunakan tas tersebut.

Tiba - tiba, 2 hari kemudian, tepat sehari sebelum akhir pekan tiba, temannya mengirimkan pesan singkat yg berkata, bahwa dia gagal ke ibukota! rupanya ada urusan lain yg harus diselesaikan temannya itu. si gadis lagi lagi terdiam lesu, dan mulai berpikir.. memang tas ini tampaknya bukan untuk dirinya.

Singkat cerita, hingga hari ini, si gadis tetap belum ke ibukota, tidak ada temannya yg dia tau pergi ke ibukota, dan tentu saja, dia belum memiliki tas idamannya tersebut. akan tetapi, keinginan untuk memiliki tas tersebut kini sudah tidak sebesar dulu, si gadis mulai berpikir, betapa konyolnya semua usaha yg telah dia lakukan, hanya untuk sebuah tas! yaaa hanya sebuah tas!

kini uang yg sudah disimpannya untuk membeli tas itu masih tersimpan manis di laci lemarinya. akan digunakan untuk apakah uang tersebut? hhmmm.. hanya waktu yg bisa menjawab ;)

1 comment:

aan said...

ceritanya bagus :)

salam kenal