Friday, January 07, 2011

Life

Lucu ya hidup. Kemarin kita bisa merasa diatas awan, bahagia se-bahagianya, tiba2 hari ini terhempas,jatuh bebas.
My life has not been easy lately. Kalo mau diurutin, banyak ups and downs nya sejak Papa pergi. Kalo 20tahun pertama dalam hidup gue, gue taunya happy terus, diatas terus, ketika Papa sakit, dan akhirnya pergi, gue diajarin dinamika hidup sama Allah. Yes, dulu gue gak tau susah. Hidup gue bahagia, malah gue pikir, gue aja yg suka buat2 masalah sendiri (maklum abg labil). Tiba2 Papa sakit, berjuang dgn penyakitnya, dan memilih untuk pergi ke tempat yg lebih baik. Dunia gue hancur lebur. Sebagai anak Papa yg manja, ga tau susah, gue dihadapin sama realita. Keluarga tinggal bertiga, gue, mama dan adik. Gue sebagai anak tertua dituntut untuk mengerti banyak. tapi tetep aja, gue masih belum 'terketuk'. Seneng ya seneng, sedih ya sedih. Lancar lancar aja bisa dibilang.

Lalu gue berangkat ke Inggris. Yang merupakan permintaan papa terakhir kalinya. Sakit2, dia nemenin dateng ke pameran pendidikan. Dia mau gue sekolah keluar negeri supaya wawasan gue luas, supaya gue bisa jadi orang, supaya gue bisa liat dunia. Dengan doa mama, gue berangkat. Banyak orang yg mengira keluarga gue tajir melintir ditinggal warisan. Nggak, papa emang meninggalkan kita beberapa hal, tapi nggak segitunya juga. Gue berangkat benar2 dengan kekuatan doa. alhamdulilah, gue lulus. Selesai satu tahun gue melanjutkan S2.gue pulang ke Indonesia.

Ternyata di Indonesia, selama gue tinggal, ada masalah keluarga yg sangat complicated yang menimpa keluarga gue. Dunia gue runtuh lagi. Alhamdulilah, ada seseorang yang menjadi 'batu' gue, sandaran gue, tumpuan gue. Gue menganggap dia sebagai jawaban atas doa2 gue. Sama dia, gue bisa tenang, dan merasa complete.

Alhamdulilah, semakin berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Lulus dari sebuah sma islam nggak lantas menjadikan gue super islami. Gue solat, tapi solat aja. Gue puasa, tapi puasa aja. Lempeng, gak ada feelnya. Tapi tahun 2010 kemarin, gue mulai 'mencari'. Mulai belajar. Mulai percaya. Gue bukan mau membanggakan diri disini, tapi gue mulai merasakan 'fulfilness' setiap abis solat. Walaupun masi kadang2, gue mulai berdiskusi sama Allah.

Alhamdulilah, itu yg membuat gue kuat sampai sekarang. Apalagi, tiba2, tanpa ada peringatan, dia yg tadinya jadi sandaran gue, mulai menjauh. Untuk sejenak gue mikir, life's a joke. Terus aja semua dijauhin. Gitu gue mikirnya. Masalah keluarga belom beres, tau2 ditambah masalah hati dan perasaan. Hancur hidup gue. Tapi tiba2 Allah ngingetin gue, gue nggak sendirian. Karena lagi berhalangan solat, Tengah malam gue berdiam diri, ngajak ngobrol Allah. Seinget gue, ada istilah islami untuk hal yg gue lakukan ini. Tapi gue ga peduli, yg penting gue berusaha 'ngobrol' sama yg diatas, berusaha berdamai sama hidup gue.

Gue tau gue nggak sempurna sama sekali. Siapa juga sih manusia yg sempurna? Tapi doa gue nggak putus2, supaya gue ikhlas, dan supaya gue diberikan jalan keluar dari segala masalah ini. Sedih, iya. Hari senin gue mulai kerja, tp jalan lurus pun gue gak bisa. I have two days to get my life back on track. Lebih cepat lebih baik.

Jujur, gue masi terus berdoa supaya keragu-raguan dihilangkan dari gue dan dia. Supaya Allah menyatukan kita, karena gue merasa, dengan dia, ibadah gue akan lebih.. Hmm apa ya, agak susah nyari kata yg tepat. Tapi gue yakin, dia bisa menjadi partner ibadah gue. then again, manusia hanya bisa berencana. Hanya bisa berdoa. Hanya bisa berpikir positif dan ikhlas. Sisanya, Allah yang menentukan. Ada kalimat yg sering gue dengar, 'semua indah pada waktunya'. Allah pasti tahu yg terbaik.

Alhamdulilah. Terima kasih Allah, disaat semua terasa jauh, aku tau Kau selalu dekat.

God bless. :)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

No comments: