Friday, April 03, 2009

jika jarak memisahkan

baru aja selesai chatting sama seorang teman lama, yang sudah lebih dulu berada di inggris untuk melanjutkan s2 nya. setelah ngobrol ngobrol sebentar nanya kabar, dia mulai menanyakan rencana saya untuk menyusulnya kesana.
"kapan lo kesini? jadi gak sih?"
saya bilang, saya sudah membayar booking fee, sudah memegang unconditional offer ditangan, dan kini tinggal mengurus visa, melamar beasiswa, mencari tempat tinggal, dan mengurus keberangkatan.
walaupun dia skarang berada di kota yang berbeda dengan kota yang akan saya tuju dalam waktu 6 bulan lagi, tetapi dia menawarkan akan membantu kepindahan saya nanti.
"kalo perlu lo gue jemput deh, sekalian gue jalan jalan.. hahahaa" begitu katanya..

rasanya senang karena tahu ada teman di belahan dunia sana. rasanya senang ada muka - muka familiar yang "siap menyambut" (ya nggak dip? hehe) kedatangan saya nanti, walaupun bukan di kota yang sama.

tapi kesenangan itu berubah 180 derajat ketika kami mulai berbincang tentang pasang - pasangan.
saya, dengan pemikiran macam bocah kasmaran yang sangat percaya bahwa saya dan pacar saya tidak akan lepas hanya karena jarak.
saya, yang dengan sejuta rencana dan angan - angan, sejuta siasat untuk menjaga agar hubungan yang saya jalani ini akan tetap hangat, tetap bermakna, tetap pantas dipertahankan.
saya, yang akhirnya terduduk lemas ketika membaca kata demi kata yang ditulis teman saya di layar facebook chat,

"yah dibawa santai aja kalo gitu - gituan"
"itu dia alasan gue kenapa gak mau punya pacar"
"temen gue mayoritas gagal. dari 10, cuma 1 yang masih tetep. lainnya, putus"
" sms sering nggak nyampe, perbedaan waktu, jarak"
"disini sih orang kalo naksir cewe/cowo gak ngeliat udah punya pacar apa nggak. toh jauh ini"
" ya bisa dari sesama orang indo, bisa dari bule juga"

dan ditutup dengan , "ya makanya dibawa santai aja.. gak tau juga kan lo.."

saya hanya bisa terpaku. apalagi ketika koneksi indosat 3.5g saya seakan ikutan lesu, dan terputus secara tiba - tiba.
pikiran saya melayang jauh, berkelana. menduga - duga, dan sama sekali jauh dari santai.
apa saya bisa?

disini saja, saya geram ketika dia sedang tenggelam dalam dunianya sendiri.
saya kesal ketika dia lupa janji - janji simpel yang sebenarnya kurang begitu penting
saya bisa marah ketika dia tiba - tiba susah dihubungi
saya masih tidak santai.

saya sekarang bingung. saya harus apa?
kilasan - kilasan memori muncul dalam benak saya.
yang baik, yang buruk, yang menyenangkan, yang menyedihkan.
semuanya terlalu berharga untuk saya lepas begitu saja.
terlalu berharga untuk saya menyerah begitu saja tanpa mencoba.

rasa - rasanya saya akan tetap mencoba.
mudah, susah, senang, sedih, rindu, kesal, akan saya coba jalani.
jadi bagaimana, sayang?
menurut kamu kita bisa atau tidak?

4 comments:

indiet said...

bisaaa chiii..PASTIII...looks like ive already there..kita kan sama2 anak niagaa..masa ga bisaa...hohohoho..*ga ngaruh gt...

Anonymous said...

chichi!! waah, akhirnya aku nemuin blog org yg kukenal, aku baru bikin blog perdana soalnya, msh bingung kaya org ilang, hihihi.. hmm, long distance ya.. pacar aku jg sept ini mau ke jerman :( but i have faith that we'll be fine :) kan ada skype, messenger, dan teknologi2 lain! kalo perlu surat2an deh, hihihi..

Christa said...

@indiet : huaa.. iya iya bisa dehh :p

@indi: haii dear! blognya baru yaa? aku link yaa hehehe.. aww aww.. thank god for technology ya! ehehe, pacarmu mau ke jerman? for how long? aahh nanti kita jadi ldr mate deh! aku juga brangkatnya sept..

Anonymous said...

iya chi, pacarku ambil postgrad di program architecture, sekitar 2 smp 3 taun, huhu.. yg lbh sedih lg dia pgn kerja disana jg :( tp aku berencana menyusul taun depan, hohoho.. ga ke jerman tp, ga suka bahasanya soalnya, kaku, hihihi.. antara inggris, perancis sm belanda, dktkan bs saling mengunjungi xp kontemplasi dululah! dirimu ngambil apa?